Sejumlah Sastrawan Indonesia Tampil di Seminar Multikulturalisme di ICF Azerbaijan
Cari Berita

Advertisement

settia

Sejumlah Sastrawan Indonesia Tampil di Seminar Multikulturalisme di ICF Azerbaijan

Sabtu, 07 September 2019



PEKANBARU,PARASRIAU.COM - Sejumlah sastrawan dan tokoh dari Indonesia akan membentangkan makalah pada Seminar Multikulturalisme dalam rangkaian Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019 di Kota Baku pada 11-16 September 2019.  

Di antara sastrawan tersebut adalah Maman S. Mahayana (FIB Universiras Indonesia), Fakhrunnas MA Jabbar (Universitas Islam Riau- UIR) Pekanbaru dan seorang lagi dari Solo. Selain mereka juga diundang sastrawan Datuk Seri Rida K. Liamsi dan  Dr. Husnu Abadi, namun keduanya menyatakan tidak berangkat  karena alasan tugas dan kegiatan lain yang tak dapat ditinggalkan di kampus. 

Salah seorang pembicara, Maman S. Mahayana  kepada pers, Sabtu (8/9) menjelaskan pembicaraan mengenai multikulturalisme dalam seminar di Azerbaijan menjadi penting dan strategis guna memberikan gambaran yang benar tentang Indonesia yang muktikultural namun   tetap harmoni dan saling bertoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sejak dulu hingga kini.

Maman sendiri akan menyampaikan makalah berjudul 'Multikulturalisme Indonesis: Membangun Keindonesiaan.' Sedangkan Fakhrunnas MA Jabbar dengan makalah berjudul 'Multikulturalusme dalam Lokalitas Sastra Indonesia dan Sastra Melayu Riau'. Kedua sastrawan akan berangkat dari Jakarta  menuju Baku, ibukota Azerbaijan, 10 September malam.

Dalam surat undangan yang ditandatangani Dubes RI Azerbaijan, Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA dijelaskan, seminar ini guna mempromosikan semangat  multikulturalisme antara Indonesia dan Azerbaijan. Seminar kali ini mengangkat tema kesusastraan mengingat kedua negara memiliki srjarah panjang dan kaya dalam bidang sastra. 

Seminar akan digelar di National Museum of the Azerbaijan Literature named after Nizami Ganjsvi, Azerbaijan  dalam bentuk diskusi panel. Peserta seminar dari kalangan para pakar muktikulturalisme, sastrawan, akademisi, mahasiswa dan wartawan. 

Dubes Husnan Bey Fananie seperti dilansir LKBN Antara menjelaskan, kegiatan ICF ke-4 Tahun 2019  ini dimaksudkan  untuk memperkenalkan keragaman seni dan budaya Indonesia kepada warga Azerbaijan. ICF kali ini  akan lebih semarak karena diadakan di dua tempat berbeda di Kota Baku, yaitu Heydar Aliyev Sarayi yang merupakan tempat bergengsi di Kota Baku dan Fountain Square, yakni pusat perbelanjaan luar ruang yang selalu ramai dikunjungi masyarakat Azerbaijan. 

Husnan Bey Fananie selanjutnya  menjelaskan ICF 2019 adalah festival yang keempat kalinya digelar di Azerbaijan, terutama di wilayah kawasan Kaspia. 
Sebelumnya, ICF pertama yang digelar pada 2016 mendapat sambutan luar biasa dari penduduk Azerbaijan. Lalu ICF yang kedua pada 2017 juga dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung dalam dua hari pertunjukan. ICF ketiga pada 2018 juga dihadiri hampir 25 ribu pengunjung, termasuk para pengusaha Azerbaijan dan Indonesia. 

Dubes Husnan berharap gelaran ICF 2019 akan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Azerbaijan. 
"Indonesia dekat sekali dengan Azerbaijan, ICF ini ajang silaturahmi besar antara masyarakat Indonesia dan Azerbaijan. Saya mengajak pengusaha Indonesia agar membuka jaringan bisnis di Azerbaijan, karena warga Azerbaijan cinta dengan Indonesia," ujar dia.

Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019 merupakan kegiatan tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh KBRI Baku yang mencakup pertunjukan seni budaya, seperti seni musik angklung, seni tari dan musik Reog Ponorogo, dan seni bela diri Pencak Silat Indonesia. rls