Satu Diantara Cara Menjaga Lahan Gambut Tetap Basah
Cari Berita

Advertisement

settia

Satu Diantara Cara Menjaga Lahan Gambut Tetap Basah

Senin, 16 September 2019


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Koordinator Pusat Studi Bencana Universitas Riau (Unri) Dr Sigit Sutikno, menjelaskan sejak dibentuknya Pusat Studi Bencana Unri pada tahun 2014-2015 lalu hingga sekarang, telah melakukan riset aksi untuk menyelesaikan kasus Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Riau.

Hal ini disampaikan Sigit, Senin (16/9/2019) di ruang rapat Kunto Darussalam lantai II Gedung Rektorat Kampus Bina Widya Unri pada kegiatan pertemuan dengan sejumlah awak media. Sigit menyampaikan, Unri sering berkoordinasi dengan berbagai institusi baik dari Badan Restorasi Gambut, BNPB, WWF, Civor, Kyoto University, dan Yamaguchi University.

“Wujud kegiatan Unri dalam menuntaskan Karhutla Provinsi Riau. Pertama, pencegahan kekeringan gambut berdasarkan riset bahwa gambut mudah terbakar ketika kering, pada perinsipnya kita menjaga bagaimana gambut tersebut tetap basah, yaitu dengan cara penyekatan kanal yang telah kita lakukan di kabupaten Meranti, Sugai Tohor, dan Tanjung Leban,” ungkapnya.

“Penyekatan kanal itu, kita lakukan diawali dengan riset sesuai dengan fungsi dari Perguruan Tinggi, yakni melakukan penyekatan kanal yang bekerjasama dengan kelompok masyarakat. “Bagaimana kita lakukan kegiatan ini secara bersama-sama dengan masyarakat melalui penyekatan kanal, dan alhamdulillah lokasi-lokasi lahan tersebut pada saat ini tidak terbakar.”

“Selain itu, Unri berusaha meningkatkan sumber penghidupan masyarakat yang dibutuhkan agar tidak  membakar lahan. Paling utama, kita melakukan penjagaan kelembapan gambut tersebut supaya basah agar ditanamin apa saja agar bisa tumbuh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” jelas Sigit.

Pada pertemuan ini hadir beberapa narasumber, di antaranya Prof Dr Ir Aras mulyadi DEA Rektor Unri, Prof Dr Iwantono MPhil Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Arifudin SP., MP Peneliti Pusat Studi Bencana, Dr Suwondo MS Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup, dr Zulharman Med Direktur Rumah Sakit Unri. rls/pr1