Akibat Kabut Asap, 109 Santriwati dan Belasan Siswa Terpapar ISPA
Cari Berita

Advertisement

settia

Akibat Kabut Asap, 109 Santriwati dan Belasan Siswa Terpapar ISPA

Selasa, 10 September 2019


PEKANBARU,PARASRIAU.COM - Pekatnya kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, membuat belasan siswa di SDN 153 Pekanbaru terpaksa dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sebab, mereka mengalami sesak nafas, batuk, dan muntah.

Menurut keterangan Pembina UKS SDN 153 Pekanbaru, Sri Hartuti, sejak Jumat kemarin, ada siswanya yang mengalami sesak nafas. Dan hari ini, jumlahnya semakin banyak lebih dari 15 orang. Bahkan, masih ada yang beristirahat di kelas karena ruang UKS sudah penuh.

"Tiap hari ada saja siswa yang batuk dan pilek, dan muntah. Tadi ketika saya mau mendata siswa, saya bertanya siapa sesak nafas, batuk dan pilek, semua siswa mengangkat tangannya, jadi untuk jumlah pastinya saya belum sempat menghitung karena hampir disetiap kelas rata-rata sama," kata Sri Hartuti saat melihan kondisi anak-anak di UKS, Selasa (10/9/2019).

Sri mengatakan anak-anak tersebut sempat akan dirujuk ke Rumah Sakit Abdurrab untuk mendapatkan penanganan medis. Namun hal tersebut diurungkan karena orangtua menolak untuk dibawa ke rumah sakit meskipun mobil untuk menjemput anak-anak sudah datang. "Kami sudah menghubungi orangtua murid, namun mereka menolak dan memilih untuk membawa pulang anaknya," kata Sri Hartuti.

Berselang beberapa menit Kepala Sekolah mengumumkan sekolah mengintruksikan untuk meliburkan siswa berdasarkan arahan dari Walikota Pekanbaru. "Saya baru dapat pesan ini, Berdasarkan intruksi walikota melalui Kepala Dinas Pendidikan, bahwa hari ini dan besok tanggal 10 dan 11 September, semua jenjang sekolah PAUD/TK, SD dan SMP diliburkan. Karena kondisi kabut asap di kota Pekanbaru sudah di level tidak sehat," Kata kepala sekolah SDN 153 Pekanbaru Indrawani.

109 Santriwati Terpapar ISPA
Sementara itu, ratusan santriwati Pondok Pesantren Putri Ummu Sulaim Pekanbaru terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ada 109 yang terpaksa libur akibat terpapar kabut asap.

Kasi PD Pontren Kemenag Kota Pekanbaru, Abdul Wahid mengatakan, sebagian ada yang sakit, sebagian lain ada yang diizinkan pulang. "Untuk santriwati yang terdampak asap saat ini sudah menghabiskan 12 tabung oksigen," kata Abdul, Senin (9/9/2019) kemarin.

Sebelumnya, proses belajar mengajar dihentikan, santri masih sempat belajar dengan memperpendek waktu jam pembelajaran. Namun melihat situasi kabut asap yang makin tebal, Ponpes yang berada di Jalan Melur Indah Nomor 23, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, akhirnya memutuskan meliburkan santriwati. "Dapat informasi, langsung cek kondisi santri di sana. Tadi lihat kondisi santri yang dirawat di kamar saat menggunakan tabung oksigen," ungkapnya.

Data santriwati yang tidak hadir karena terpapar ISPA terbanyak di kelas tiga, yaitu 27 santriwati. Di kelas enam sebanyak 25 santriwati, kelas lima 19 santriwati, kelas dua 18 santriwati, kelas satu 13 santriwati dan kelas empat ada tujuh santriwati. "Kepada pihak Diskes untuk dapat mengunjungi pesantren-pesantren untuk memberikan bantuan masker," kata dia.

Ia berharap Diskes bisa memberikan sosialisasi kepada pesantren, santri maupun orangtua terkait cara penanggulangan jika terpapar asap. "Kalau bisa Diskes datang memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah, Ponpes. Karena mereka banyak yang tidak tahu harus mengadu kemana," jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Pekanbaru, Muhammad Amin mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tenayan Raya. Kata dia, sebaiknya pimpinan Ponpes berkoordinasi dengan Puskesmas Tenayan Raya. "Nanti kami siap bantu pelayanan," kata Amin.

Selain dari Ponpes, pihaknya belum ada menerima laporan lainnya terkait siswa yang terpapar ISPA. Meski begitu, jika diperlukan pihaknya siap membantu dan memberikan pelayanan kepada pasien. "Untuk pendidikan belum ada yang masuk. Kami siap membantu," tutupnya.

4.306 Orang di Riau Derita ISPA
Dalam kurun waktu sepekan atau seminggu di awal bulan September 2019, jumlah masyarakat di Provinsi Riau yang menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mencapai 4.306 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Yohannes mengatakan, bahwa data penderita ISPA tersebut didapat dari hasil rekapan kunjungan masyarakat ke pusat pelayanan kesehatan di 12 kabupaten dan kota se-Riau. "Ini data dari tanggal 1 September hingga 8 September 2019. Totalnya mencapai 4.306 orang yang diketahui menderita ISPA," kata Yohannes di Pekanbaru, Selasa (10/9/2019).

 Di mana, daerah yang paling banyak masyarakatnya menderita ISPA yakni Kabupaten Siak sebanyak 835 orang. Disusul oleh Kampar sebanyak 795 orang, Kota Pekanbaru sebanyak 779 orang, Dumai sebanyak 613 orang.

Lalu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sebanyak 418 orang, Pelalawan 313 orang, Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 212 orang, Rokan Hilir (Rohil) sebanyak 166 orang, Kepualauan Meranti sebanyak 130 orang, Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 21 orang, Kuantan Singingi (Kuansing) sebanyak 17 orang dan Bengkalis sebanyak 7 orang.
"Kendati demikian, secara umum tidak terdapat peningkatan yang signifikan dari hari sebelumnya," tukasnya.***

dilansir dari berbagai sumber