Tak Bisa Berhenti Mengunyah Keripik? Ini dia Alasannya...
Cari Berita

Advertisement

Tak Bisa Berhenti Mengunyah Keripik? Ini dia Alasannya...

Jumat, 26 Juli 2019


JAKARTA, PARASRIAU.COM - Suara renyah kriuk saat makan keripik ternyata membuat kita tak bisa berhenti makan. Ini penjelasan peneliti. 

Keripik merupakan camilan yang disukai banyak orang. Mulai keripik singkong, ubi, tempe, kentang hingga keripik jagung dan buah. Rasanya yang renyah dan gurih membuat banyak orang ketagihan enaknya. Rupanya tak sekedar enak saja, ada alasan ilmiah dibaliknya.

Beberapa penelitian menemukan bahwa alasan orang menyukai makan keripik disebabkan oleh suara kriuk yang dihasilkan ketika mengunyah keripik. Hal itu disampaikan oleh Alan Hirsch, M.D. sebagai peneliti bau dan rasa.

"Orang suka camilan renyah yang bisa menimbulkan suara kriuk yang keras hingga merambat ke telinga bagian dalam melalui konduksi udara dan tulang sehingga bisa membantu kita dalam mengidentifikasi apa yang kita konsumsi," ujar Alan.

Oleh sebab itu, ketika kita mendengar suara kriuk, maka kita akan semakin ingin lebih banyak lagi makan keripik. Hal serupa juga dibuktikan oleh penelitian lain yang disebut 'sonic chip'.

Penelitian tersebut mengatakan bahwa bunyi kriuk yang dihasilkan ketika gigi mengunyah sesuatu yang renyah adalah bagian penting dari faktor keinginan untuk makan.

Penelitian itu melibatkan 20 peserta yang masing-masing diminta untuk menilai kerenyahan 2 kaleng keripik dari salah satu merek terkenal. Peserta diminta untuk menggunakan headphone agar dapat memanipulasi seberapa keras suara kriuk yang dihasilkan.

Hasilnya, semakin keras suara kriuk yang dihasilkan, semakin mereka tidak bisa berhenti makan keripik tersebut. Menurut peneliti ini merupakan isyarat adiktif pada alam bawah sadar yang mana suara memainkan peran besar dalam kesenangan kita secara keseluruhan atas semua yang dimakan.

Selain itu menurut peneliti lain dalam jurnal Flavour, Charles Spence menyatakan bahwa orang menggunakan suara untuk menilai seberapa lezat makanannya, karena bisa menjadi indikator penentu tekstur dan kualitas makanan.

Dalam hal itu, otak akan berstimulasi mengaitkan antara tekstur dengan kesegaran makanan. Jika teksturnya bagus, maka kesegaran makanan juga bagus. Hal ini juga berlaku untuk jenis makanan lain seperti kerupuk, ayam, atau apapun yang bisa menimbulkan suara kriuk yang keras.***

Dilansir: detik.com