FPK Riau Mendapat Apresiasi, Kepala Kesbangpol: Indeks Harmoni Riau Lebihi Target
PEKANBARU, PARASRIAU.COM Keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat SSTP MSi.
Selama ini, menurut Boby, akulturasi agama dan budayanya sangat berjalan baik berpengaruh pada Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) tahun 2026 yang melebihi target dari target 6,6 naik menjadi 7,32.
Demikian disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat SSTP MSi saat silaturahmi bersama insan pers mitra FPK Riau di salah satu cafe Jalan Kasah Kota Pekanbaru, Selasa (03/11/2026).
Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua Forum Pembauran Provinsi Riau, DR. H Ramli Walid, SE, MM dan sejumlah jajaran Pengurus FPK Riau.
Dijelaskan, tingkat pencapaian 110,91 persen tersebut masuk kategori sangat baik dan menempatkan Riau pada peringkat 10 dari 38 provinsi di Indonesia. Bahkan, realisasi ini telah melewati target akhir RPJMD sebesar 7,0.
Berdasarkan hasil pengukuran, dimensi harmoni keberagamaan memperoleh nilai tertinggi sebesar 7,57, disusul harmoni budaya 7,35, harmoni sosial 7,30, dan harmoni ekonomi 7,11.
Meski seluruh dimensi masuk kategori sangat baik, harmoni ekonomi menjadi perhatian karena memperoleh nilai terendah. Bahkan, dimensi tersebut masih berkategori baik di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan nilai 6,89, Indragiri Hulu 6,97, dan Rokan Hilir 7,00.
Untuk tingkat kabupaten/kota, seluruh daerah memperoleh kategori sangat baik dengan nilai 7,17 hingga 7,38. Rokan Hulu, Kampar, dan Siak menjadi daerah dengan nilai tertinggi, masing-masing 7,38. Sedangkan Kepulauan Meranti memperoleh nilai terendah, yakni 7,17.
Sementara itu, dari 172 kecamatan di Riau, sebanyak 159 kecamatan berkategori sangat baik, 12 kecamatan baik, dan satu kecamatan moderat, yakni Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, dengan nilai 5,93.
Boby menyebutkan, peningkatan capaian tahun ini cukup signifikan dibandingkan 2025. Saat itu, nilai IHaI Riau sebesar 6,67 dengan jumlah responden 5.349 orang. Pada 2026, jumlah responden meningkat menjadi 96.673 orang.
Meski demikian, terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama pemerataan responden. Sebab, 64,37 persen responden berasal dari Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hulu.
Menindaklanjuti hasil tersebut, Kesbangpol Riau merekomendasikan penguatan ketahanan ekonomi, perluasan kesempatan kerja dan kewirausahaan, peningkatan partisipasi perempuan serta generasi muda, hingga pemeliharaan kerukunan sosial, budaya, dan keberagamaan.
"Penguatan harmoni perlu dilakukan secara merata, tak hanya menjaga kerukunan antar umat beragama, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan partisipasi seluruh kelompok masyarakat," harapnya.
Menurut Boby Rachmat SSTP MSi, dirinya memberikan apresiasi kepada FPK setelah mengamati secara langsung dengan mengunjungi sekretariat paguyuban yang ada. Ternyata akulturasi agama dan budayanya sangat berjalan dengan baik.
"Inilah salah satu keberadaan FPK memberikan dorongan dan membantu dalam hal pembangunan sumberdaya manusia yang ada di Provinsi Riau.
"Kami berharap pada kita semua, terutama FPK terus semangat menjalankan program dan kegiatan, terutama persoalan keberagaman kebudayaan. Termasuk kehadiran wartawan menjadi momen yang bagus sebagai mitra pemerintah menyampaikan kondisi keberagaman yang ada di Provinsi Riau ini," tutupnya. **"

