KMS Ajak Fraksi PAN Plus DPRD Riau Bentuk Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau
PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Riau mendatangi Fraksi PAN Plus DPRD Provinsi Riau pada Selasa, 6 Oktober 2026 untuk membantu pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau.
Pertemuan ini merupakan kunjungan ke-6 yang dilakukan KMS Riau ke fraksi-fraksi di DPRD Riau.
Sambutan Hangat dan Cerita Masa Remaja
Ketua Fraksi PAN Plus, Diski, menyambut baik kedatangan rombongan KMS Riau. Ia menceritakan kembali kisah masa remaja saat terjadi pemindahan warga XIII Koto Kampar demi pembangunan waduk PLTA Koto Panjang.
Dengan penuh semangat, Diski mengenang rusaknya hutan kampung halaman yang ditenggelamkan demi proyek tersebut.
Dalam pertemuan ini, Diski didampingi oleh:
• Anggota Fraksi PAN Plus : Mohammad Fadel Variza
• Tenaga Ahli Bapemperda : DR. Fendri Jaswir, MP
• Tenaga Ahli Fraksi: Doni
Sementara itu, pihak KMS Riau dipimpin oleh Johny Setiawan Mundung dari Yayasan Inisiatif Bumi Swarnadwipa dan Sukarno Alias Kiki dari Lembaga Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat Riau (LPESM).
Komitmen Pembentukan Kaukus Parlemen Hijau
Diskusi yang berjalan secara dialogis ini menghasilkan kesepakatan penting. Diski setuju segera mendukung dan membentuk Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau.
Fraksi PAN Plus mengutus tiga nama untuk masuk ke dalam kaukus tersebut:
1. Diski
2. Mohammad Fadel Variza
3. H. Ikbal Sayuti (dari Fraksi PAN Plus)
Agenda Perjuangan Kaukus
Kaukus ini akan fokus mengawali sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penting demi mencegah bencana ekologis di Riau:
• Raperda Tata Ruang
• Ranperda Perhutanan Sosial
• Hutan Bakau Ranperda
• Ranperda Pengelolaan Lingkungan Hidup yang adil dan lestari
Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi masa depan rakyat Riau dari ancaman kerusakan lingkungan.
Di sisi lain, komitmen terhadap penyelamatan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat terus disuarakan dalam pertemuan bersama Koalisi Masyarakat Sipil Riau.
Dalam forum tersebut, Anggota Fraksi PAN Plus DPRD Provinsi Riau, Muhammad Fadel Varizq menegaskan bahwa penerapan penganggaran berbasis ekologi (ecological budgeting) sudah menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diterapkan di Bumi Lancang Kuning.
Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) ini dengan penuh semangat menyampaikan pentingnya membangun ekonomi warga yang berjalan selaras dengan kelestarian ekologi.
Demi mewujudkan kebijakan strategi yang tepat sasaran, Fadel menyatakan kesiapan jajaran legislatif untuk membuka diri dan belajar bersama dengan organisasi non-pemerintah (NGO) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Riau.
“Kita harus menetapkan ekonomi warga berbasis ekologi. Untuk mengambil kebijakan strategis di Provinsi Riau, kami perlu bersinergi dan belajar bersama teman-teman LSM di lingkungan ini,” ujar Fadel optimis.
Di sisi lain, Tenaga Ahli Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Riau, DR. Fendri Jaswir, MP, memaparkan langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pihak. Saat ini, Bapemperda tengah mengawali sejumlah regulasi krusial yang berpihak pada kelestarian alam dan hak-hak masyarakat adat.
Fendri menjelaskan bahwa perjuangan tersebut mencakup penguatan Peraturan Daerah (Perda) Perhutanan Sosial serta penyusunan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategi lainnya.
Beberapa regulasi yang sedang dikembangkan antara lain Ranperda Mangrove, Ranperda Gender, Ranperda Tanah Ulayat, hingga Ranperda Perlindungan Petani.
Sinergi antara semangat legislator muda dan langkah taktis Bapemperda ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan daerah yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga ketahanan ekologi Provinsi Riau di masa depan.***

