Miliki Sejarah Kebanksentralan, MuBI Wadahi Penyatuan Gagasan dan Ide Keuangan Indonesia -->
Cari Berita

Advertisement

Miliki Sejarah Kebanksentralan, MuBI Wadahi Penyatuan Gagasan dan Ide Keuangan Indonesia

Jumat, 25 September 2026

Miliki Sejarah Kebanksentralan, MuBI Wadahi Penyatuan Gagasan dan Ide Keuangan Indonesia

JAKARTA, PARAS RIAU.COM - Selain memiliki sejarah kebanksentralan, Museum Bank Indonesia (MuBI) juga menjadi wadah bertemu, berdiskusi dan melahirkan gagasan baru terkait keuangan di Indonesia. 

Hal ini disampaikan Ketua Museum Bank Indonesia (MuBI), Rio Wardhanu saat menerima kunjungan insan media dalam pertemuan Media Gathering Jurnalis Bank Indonesia Perwakilan Riau, Kamis (24/9/2026) di Jakarta. 

Dikatakannya, selama ini museum memang sering dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda lama dan jejak masa lalu. Namun, pandangan tersebut diperluas jadi wadah bertemu, berdiskusi, dan melahirkan gagasan baru.

Dalam kunjungan tersebut, para jurnalis diajak melihat lebih dekat berbagai koleksi dan ruang yang ada di Museum Bank Indonesia. Serta mengenal sejarah bank sentral, perkembangan mata uang, hingga sisi arsitektural yang menjadi bagian dari perjalanan Bank Indonesia.

Ia mengatakan, keberadaan Museum Bank Indonesia merupakan salah satu cara Bank Indonesia memperkenalkan sejarah kebanksentralan kepada masyarakat.

"Museum dibuka agar dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang. Siapapun boleh hadir di sini, dari segala umur, dari segala kalangan dengan cara yang paling mudah aksesnya.  Untuk kunjungan rombongan, pengunjung bahkan tidak dikenakan biaya mulai dari pintu masuk hingga selesai. Sementara untuk pengunjung perseorangan, tiket dikenakan Rp5.000 pada hari operasional, dengan pengecualian hari Senin," ujarnya. 

Ini bertujuan, lanjut Rio, agar pengetahuan yang diberikan lebih terjangkau,"paparnya. 

Dijelaskannya, Museum Bank Indonesia merupakan bagian dari komunitas museum moneter internasional yang menghimpun museum-museum bank sentral dari berbagai negara. 

Jadi tidak lagi hanya sebagai tempat untuk barang-barang tua, tapi museum itu menjadi tempat di mana kita bisa menyatukan gagasan, membicarakan hal-hal baru, kebaruan, sehingga kita bisa memperoleh ide-ide baru untuk kemajuan. 

"Jadi konsepnya selain menggelar pameran tempprer, MuBI secara berkala menghadirkan tema-tema baru melalui pameran temporer.
Dalam setahun, kata Rio, pameran temporer digelar dengan mengangkat tema tertentu yang relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satunya pernah mengangkat tema ekofilia yang berkaitan dengan keberlanjutan dan ekonomi hijau. MuBI juga pernah menghadirkan "Her Story", yang melihat sejarah dari sudut pandang perempuan," jelasnya. 

Rio berharap pertemuan tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara Bank Indonesia dengan media sebagai mitra dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Karena media memiliki alat perpanjangan informasi dalam menyampaikan kepada masyarakat. 

Lebih jauh, ia menyebut keberadaan museum juga dapat memperkenalkan Bank Indonesia tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi budaya dan sejarah.
"Syukur-syukur juga oleh-olehnya nanti tidak hanya bicara mengenai ekonominya, tapi juga melihat Bank Sentral dari sisi budayanya, sisi bagaimana kita merawat kesejarahannya," pungkasnya.***