Sinergi Remaja Riau: PKBI Riau dan IKTA Gelar Kelas Edukasi Lawan Praktik P2GP Demi Generasi Emas Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Sinergi Remaja Riau: PKBI Riau dan IKTA Gelar Kelas Edukasi Lawan Praktik P2GP Demi Generasi Emas Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026

Sinergi Remaja Riau: PKBI Riau dan IKTA Gelar Kelas Edukasi Lawan Praktik P2GP Demi Generasi Emas Indonesia

PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Dalam upaya kolektif melindungi hak kesehatan reproduksi perempuan, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Riau berkolaborasi dengan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) sukses menyelenggarakan kegiatan kampanye luring bertajuk “Kelas Edukasi: Suara Remaja untuk Kesehatan Reproduksi”. 

Acara yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 di Aula IKTA Pekanbaru ini menghadirkan para akademisi, aktivis dan ratusan mahasiswa dari berbagai institusi kesehatan di Riau untuk bersuara melawan praktik Pemotongan/Perlukaan Genitalia Perempuan (P2GP) atau sunat perempuan.

Kegiatan dimulai dengan khidmat melalui penampilan Tari Persembahan yang menjadi simbol penghormatan khas Bumi Lancang Kuning. Sebagai bentuk penghargaan dan sambutan hangat, dilakukan prosesi pemasangan tanjak. Pertama, oleh Ketua Pengurus Daerah PKBI Riau, Bapak Drs. H. Khairunnas, kepada Ketua Pengurus PKBI Nasional, Bapak Dr. Ichsan Malik, M.Si. 

Selanjutnya, pemasangan tanjak juga dilakukan oleh Bapak Anthonny Adiputra (Direktur Eksekutif Daerah PKBI Riau) kepada Bapak Yudi Supriadi (Kepala Bidang Program dan Advokasi PKBI Nasional).

Dalam sekapur sirih-nya, Ketua Pengurus Daerah PKBI Riau, Bapak Drs. H. Khairunnas, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

"Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam upaya kita bersama untuk meningkatkan kesadaran terkait isu P2GP. Praktik ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut hak asasi manusia dan masa depan generasi perempuan Indonesia," tegas beliau.

Rektor IKTA, Ibu Assoc. Prof. Dr. Ns. Hj. Rifa Yanti, S.Kep. M.Biomed dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh institusi pendidikan terhadap gerakan ini. 

Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi seperti PKBI sangat krusial untuk memastikan edukasi kesehatan reproduksi yang berbasis bukti (evidence-based) dapat tersampaikan dengan baik kepada calon tenaga kesehatan agar mereka mampu menjadi pelindung bagi masyarakat di masa depan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pengurus PKBI Nasional, Bapak Dr. Ichsan Malik, M.Si, memberikan arahan mengenai visi PKBI dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang bertanggung jawab dan inklusif. 

Beliau mengajak generasi muda untuk memahami sejarah kepeloporan PKBI sejak 1957 dan melanjutkan semangat tersebut dengan berani mengadvokasi isu-isu kesehatan reproduksi yang masih dianggap tabu namun berdampak besar bagi kualitas hidup manusia. 

Dalam pesan dan kesannya, beliau menambahkan bahwa PKBI memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dan lembaga terkait yang menangani isu sunat perempuan. Beliau berharap dukungan PKBI dapat membantu memberikan motivasi kepada para pelaku praktik ini untuk mulai menguranginya di Indonesia. 

PKBI juga berkomitmen untuk terus mendorong kesadaran masyarakat luas agar praktik P2GP dapat dikurangi hingga akhirnya dihilangkan sepenuhnya dari Indonesia

Sesi inti acara diisi oleh diskusi panel yang dipandu oleh Bapak Anthonny Adiputra selaku Direktur Eksekutif Daerah PKBI Riau. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Bdn. Fajar Sari Tanberika, SST. M.Kes. Ph.D (Dekan Fakultas Kesehatan IKTA) yang memaparkan fakta global bahwa lebih dari 230 juta perempuan di dunia mengalami P2GP, sebuah praktik yang tidak memiliki manfaat medis dan berisiko menyebabkan komplikasi persalinan hingga trauma psikologis. 

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Dr. Ichsan Malik, M.Si yang mengupas tuntas profil organisasi PKBI dan strategi penguatan gerakan remaja inklusif untuk memengaruhi kebijakan yang melindungi hak kesehatan seksual dan reproduksi.

Keseruan acara memuncak pada sesi post-test interaktif melalui media Kahoot dan pemberian penghargaan publikasi media sosial terbaik. Berikut adalah para pemenangnya:

Pemenang Kuis Kahoot: Diraih oleh perwakilan dari Relawan Remaja STAR PKBI Riau, Mahasiswa IKTA, Mahasiswa Universitas Rokania, dan Mahasiswa STIKes Maharatu. Sedangkan untuk Publikasi Media Sosial Terbaik diraih oleh Mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Mahasiswa IKTA.

Melalui edukasi, empati, dan kolaborasi, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi terciptanya ruang advokasi berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa dan akademisi untuk menghentikan praktik P2GP di masyarakat. Bersama remaja, kita wujudkan masa depan perempuan Indonesia yang sehat, berdaya dan bermartabat.***