Penyemangat Baru, UIR Tawarkan Nilai-nilai IJAB pada Indonesia
Cari Berita

Advertisement


Penyemangat Baru, UIR Tawarkan Nilai-nilai IJAB pada Indonesia

Rabu, 12 Januari 2022



PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan Focus Group Discussion membahas penyusunan nilai-nilai utama 20 kedepan. Di kegiatan itu, UIR menawarkan nilai-nilai IJAB (ikhlas, jujur, amanah dan baik).


FGD ini dihadiri pejabat selingkungan UIR, civitas akademika dan diselenggarakan hybrid.


FGD yang ditaja Tim Penyusun Rancangan Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) UIR yang diketuai Prof Dr H Thamrin S SH M Hum ini menawarkan konsep IJAB yang dipaparkan oleh Direktur Direktorat Dakwah Islam Kampus (DDIK), Dr Anton Afrizal Chandra SAg MSi.


Focus Group Discussion dibuka langsung Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL yang sekaligus bertindak sebagai salah satu narasumber pembanding. "Hasil dari brainstorming yang telah dibicarakan sebelumnya dengan tim penyusun. Diharapkan agar nilai-nilai utama ke-Islaman menjadi unsur yang penting dan harus ditetapkan. Nilai - nilai yang dirumuskan ini menjadi rujukan kepada pengajar, atau pun khalayak di UIR dan sekitarnya, hingga paham dan dapat mengaplilasikan nilai - nilai ini," sambut Rektor.


Jalannya diskusi perumusan nilai nilai utama ini dipandu moderator Dr H Rahyunir Rauf MSi. Dalam paparannya, Direktur DDIK UIR ini menyampaikan tiga poin nilai-nilai utama yang dirumuskan. Pada hakikatnya mengandung prinsip-prinsip hidup dan ajaran tentang bagaimana sebenarnya manusia itu melaksanakan dan menjalankan kehidupannya di dunia yang bersumber dari Al-qur'an dan As-sunnah.


Tiga poin tersebut adalah keikhlasan, kejujuran, amanah serta kebaikan. IJAB adalah tawaran nilai-nilai utama Universitas Islam Riau kepada Indonesia dan menjadi penegasan positioning UIR sebagai Universitas Islam Berkelas Dunia Berbasis Iman dan Takwa sesuai Visi UIR tahun 2041.


Abstraksi IJAB sebagai nilai baru, akan dengan segera disosialisasikan kepada seluruh elemen UIR dan menjadi semangat baru UIR yang segera menjadi nilai utama keislaman seluruh civitas akademika UIR dan terus bergerak menuju Indonesia. Ini akan dibawa oleh delegasi UIR pada forum-forum berskala nasional maupun internasional.


Dalam kesempatan yang sama Dr Anton selaku pemapar makalah hasil diskusi juga menjelaskan secara terperinci mengenai nilai yang dapat diadaptasi dari ketiga point yang telah dirumuskan.


"Contohnya, dalam keikhlasan diharapkan para civitas akademika, dosen dan tenaga kependidikan mesti ikhlas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Dosen ikhlas dalam mengajar, mahasiswa ikhlas belajar, serta pegawai ikhlas dalam melayani. Poin kedua adalah kejujuran dan amanah iyalah dosen, mahasiswa dan pegawai di lingkungan UIR agar selalu ingat untuk senantiasa berlaku jujur dan amanah, selain sebagai salah satu bentuk ketaqwaan kepada Allah," paparnya.


Yang terakhir adalah kebaikan, yaitu nilai kebaikan yang diharapkan dapat menciptakan suasana yang harmonis dalam hubungan masyarakat, khususnya masyarakat kampus. Dari ketiga point tadi dapat disingkat dengan IJAB (ikhlas, jujur, amanah, dan baik).


Disamping pemaparan, FGD ini juga menghadirkan pembicara pembanding yaitu Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau Dr Nurman Sos MSi, Ketua Dewan Pembina YLPI Riau Drs H Mukni, serta Ketua Dua Bidang Dakwah YLPI Riau H Rustam Effendi MA MSi yang turut memberi kritik dan saran serta pendapat dalam perumusan ini nilai-nilai keislaman Universitas Islam Riau. (*)


Editor: M Ikhwan