Kembangkan Wakaf di Lembaga Pendidikan, JSIT Riau Gelar Training Bersama Dr. Daniar, MA
Cari Berita

Advertisement


Kembangkan Wakaf di Lembaga Pendidikan, JSIT Riau Gelar Training Bersama Dr. Daniar, MA

Kamis, 28 Oktober 2021



PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Berangkat dari kekhawatiran terhadap kelangsungan perjalanan lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh masyarakat khususnya di Riau terutama akibat Covid-19, maka Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) berinisiatif untuk menggelar training wakaf dengan menghadirkan narasumber Dr. Daniar, MA yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Trubus Iman serta Ketua Divisi Pengembangan Bisnis dan Usaha Ponpes Trubus Iman.


                              Ustadz Yon Hendri


"Training wakaf ini terbuka untuk umum dan lebih khususnya bagi para penyelenggara lembaga pendidikan Islam di Riau dan khususnya Kota Pekanbaru yang akan diselenggarakan pada Hari Sabtu dan Ahad 30-31 Oktober 2021 di Hotel Bono Jalan Riau Kota Pekanbaru. Dan training ini bertujuan untuk memberikan solusi bagaimana umat bisa berkontribusi dengan dana wakaf mereka untuk sama-sama memikirkan kemajuan dan kelanjutan lembaga pendidikan Islam ke depan. Jika tidak kita umat Muslim, siapa lagi yang akan memikirkannya," ungkap Ketua JSIT wilayah Riau, Ustadz H Yon Hendri, M.Si yang juga sebagai narasumber dan penanggungjawab acara. Selain itu beliaw juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Wakaf Alfityah, Ketua Lembaga Wakaf IKADI Riau, Founder dan Pengawas Wakaf Mulya Institut serta Founder Pejuang Komunitas Wakaf.


Yon Hendri menyampaikan bahwa khususnya di bulan Maret, April dan Mei 2021 di saat puncak wabah pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pengelolaan keuangan lembaga pendidikan Islam yang dikelola masyarakat akibat tidak maksimalnya pembayaran iuran sekolah dari para wali murid. Dan ini juga sangat berpengaruh terhadap out put kualitas yang dihasilkan dari lembaga pendidikan tersebut.


"Ditambah dengan kondisi sejumlah lembaga pendidikan Islam yang dikelola masyarakat tersebut belum mengalami kemandirian. Kemandirian dalam pendanaan dan lain sebagainya. Akibatnya, banyak sejumlah lembaga pendidikan Islam yang sudah berjalan harus tutup atau gulung tikar. Dikarenakan expenditure (pengeluaran, red) tidak sebanding dengan kebutuhan yang harus dilaksanakan. Maka harus dilakukan penggalangan wakaf dengan sistem capital expenditure yang bisa mengcover seluruh biaya yang dibutuhkan lembaga pendidikan itu secara berkesinambungan. Karena wakaf itu tidak bisa dijadikan dana abadi. Dan wakaf tersebut memiliki kekhususan, baik secara praktikal maupun konsepsional. Jadi, jika ada lembaga pendidikan yang menggratiskan seluruh biaya pendidikannya ditambah dengan adanya beasiswa, pasti diminati banyak orang. Ibarat kata, harga kaki lima dan kualitas bintang lima. Dan salah satu instrumen untuk mencapai itu semua adalah penggalangan dana wakaf," ujarnya.


Lanjutnya, belajar dari pengalaman sejumlah lembaga pendidikan dan universtias ternama yang didanai dari dana wakaf terbukti mapan dan memiliki kwalitas yang luar biasa secara berkesinambungan. Seperti Pondok Pesantren Gontor yang hingga kini sudah memiliki cabang hampir di seluruh wilayah Indonesia. Begitu juga Universitas Al-Azhar di negara Mesir yang hingga kini tetap eksis dan mampu membiayai seluruh mahasiswanya lengkap dengan beasiswa. Dan banyak lagi lembaga pendidikan serta universitas yang dikelola masyarakat yang sudah menjalankan konsep tersebut.


"Ini semua terbukti dan terwujud dengan pendanaan wakaf dari umat. Ketika kita ikut mensyiarkan wakaf dan menyampaikan literasi dan edukasi wakaf kepada umat, maka itu termasuk indikator ketaqwaan kita. Oleh sebab itu, kita mengajak umat dan terutama lembaga pendidikan Islam yang ada di Riau untuk mengikuti kegiatan training ini, sehingga bisa mempelajari dan mengikuti jejak sejumlah lembaga pendidikan dan universitas yang telah terbukti mapan dan eksis dari segala hal dengan menghimpun pendanaan dari wakaf umat. Serta banyak contoh lain dari wakaf lahan, masjid, lembaga pendidikan serta lainnya yang tetap eksis hingga kini. Seperti yang dilakukan dan diajarkan Rasulullah Sallallu "alaihi Wasallam," ajaknya.


Tambahnya, jadi inilah yang melatarbelakangi kita. "Mari kita jadikan pelajaran dari wabah pandemi yang hingga kini tak menentu. Maka mulai saat ini kita ajak segenap masyarakat dan khususnya para penyelenggara lembaga pendidikan Islam yang ada di Riau sama-sama rapatkan dan susun konsep. Ketika kita mampu menghimpun 100 orang saja yang mau berwakaf, maka ini merupakan anugerah dari Allah Subhanahu wata'ala. Tinggal bagaimana kita membangun ekosistem dan memberikan literasi dan edukasi kepada mereka untuk mencapai apa yang kita inginkan secara bersama," jelas Yon Hendri.


Ketika ditanya alasan menghadirkan nara sumber Dr. Daniar, MA yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Trubus Iman serta Ketua Divisi Pengembangan Bisnis dan Usaha Ponpes Trubus Iman. Dia mengatakan bahwa meski umur lembaga pendidikan yang dikelola Dr. Daniar, MA sejak tahun 2010 di wilayah Kalimantan Timur tersebut yang baru dalam hitungan 11 tahun, namun mereka (dana penggalangan wakaf mereka) sudah mampu mensubsidi dana operasional lembaga mereka sebesar 52 persen dari total operasional yang ada. Dan uang SPP yang dibebankan kepada wali murid hanya sebesar Rp 75 ribu saja dan sisanya ditanggung dari dana wakaf yang mereka kelola secara profesional.


"Jadi kita minta beliaw Dr. Daniar, MA untuk memberikan training kepada kita semua. Bagaimana lembaga-lembaga pendidikan khususnya yang ada di Riau ini juga bisa mengikuti jejak yang telah beliaw jalankan. Dan sekali lagi kami mengajak seluruh penyelenggara lembaga-lembaga pendidikan Islam yang ada di Riau untuk bisa mengikuti training ini yang disuport oleh JSIT wilayah Riau, JSIT Indonesia Peduli, Lembaga Wakaf Alfityah, Lembaga Wakaf IKADI Riau, Wakaf Mulya Institut serta Pejuang Komunitas Wakaf. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu-Ahad tanggal 30-31 Oktober 2021 dengan melakukan pendaftaran seperti tertera dalam brosur," pungkasnya. pr2


Penulis: M Ikhwan