Lantik Bunda Literasi se-Kecamatan Tualang dan Kandis, Rasidah: Ibu adalah Sekolah Pertama Bagi Anak
Cari Berita

Advertisement


Lantik Bunda Literasi se-Kecamatan Tualang dan Kandis, Rasidah: Ibu adalah Sekolah Pertama Bagi Anak

Sabtu, 18 September 2021



SIAK, PARASRIAU.COM - Keluarga sebagai salah satu unit terkecil yang ada di masyarakat dapat menjadi kunci untuk membangun kemampuan literasi. Oleh karena itu, peran ibu sebagai sekolah dan perpustakaan pertama bagi anak-anak sangat strategis dalam mendorong pengembangan kegemaran membaca terhadap anak.


Hal itu disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Siak, Hj Rasidah Alfedri usai melantik Bunda Literasi Kecamatan Tualang, Kecamatan Kandis dan Bunda Literasi Kampung se-Kecamatan Tualang dan Kandis yang berlangsung di aula Kantor Camat Tualang, Kamis (16/09/2021).


Seorang ibu, menurutnya, adalah pendidik utama dan pertama dalam keluarga. Tumbuh kembang anak dalam menjalani proses belajar sangat penting dikenalkan pada fase kemampuan literasi.


“Ibu adalah sekolah pertama. Karena darinya pendidikan anak dimulai. Dan dari ibulah seorang anak belajar mengenal segala hal baru dalam hidupnya,” kata Rasidah sembari berharap seluruh Bunda Literasi yang telah dikukuhkan mampu mengemban amanah dengan baik, sehingga bisa mendorong minat membaca dan menulis di kabupaten Siak.


Kemudian para Bunda Literasi kecamatan dan kampung diharapkan agar bersinergi, dan saling bekerjasama untuk menerapkan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Hal ini merupakan upaya bersama dalam menciptakan sumber daya masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.


“Saya yakin semua bunda literasi mampu memberikan dampak yang positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kecamatan dan kampungnya masing-masing,” sebutnya.


istri Bupati Siak ini menyampaikan, posisi bunda literasi yang dijabat oleh istri camat dan istri penghulu adalah posisi strategis untuk menggerakkan literasi. Kerjasama dengan kader penggerak yang aktif untuk mengelola taman baca atau perpustakaan hingga di tingkat kampung.


Rasidah tidak menginginkan kegiatan tersebut hanya seremonial saja. Dan selempang yang bertuliskan bunda literasi hanya disimpan di dalam lemari.

Ia menambahkan, bunda literasi merupakan salah satu figur yang menjadi garda terdepan dalam menghidupkan budaya literasi, baik dilingkungan keluarga kemudian satuan pendidikan maupun di masyarakat.


Dengan adanya bunda literasi, mulai di tingkat kabupaten hingga tingkat kampung akan terbentuklah generasi-generasi yang literat. Generasi literat ini adalah generasi literasi, yang pemahaman, penyadaran, pemaknaan dan berkarakter serta mampu mewujudkan keunggulan daerah.


Selain pelantikan bunda literasi kecamatan dan kampung untuk periode 2021-2026, Dinas Perpustakaan dan Arsip kabupaten Siak juga menggelar Sosialisasi Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial.


Menurut Kadis Perpustakaan dan Arsip kabupaten Siak Muhammad Arifin, perpustakaan dan literasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan bahkan berjalan beriringan saling mengisi satu dengan lainnya. Literasi adalah kemampuan orang dalam mengolah dan memahami saat melakukan proses membaca dan menulis.


"Keberadaan bunda literasi adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, dimana pembudayaan kegemaran membaca dimulai dari lingkungan keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat secara luas," sebut Arifin seraya berharap, bunda literasi kecamatan dan kampung dapat segera bersinergi dengan para pegiat literasi setempat untuk bisa melaksanakan program-program yang akan menunjang budaya baca di daerah semakin tinggi. ***