Dubes RI Abuja dan Menlu Nigeria Tingkatkan Kerjasama Bilateral Antar Dua Negara
Cari Berita

Advertisement


Dubes RI Abuja dan Menlu Nigeria Tingkatkan Kerjasama Bilateral Antar Dua Negara

Selasa, 13 April 2021

Audiensi Dubes RI dengan Menlu Nigeria pada tanggal 12 April 2021. ist


NIGERIA, PARASRIAU.COM - Duta Besar RI untuk Nigeria, Dr. H. Usra Hendra Harahap M.Si melakukan audiensi dengan Menteri Luar Negeri Nigeria, Geoffrey Onyeama, Senin (12/4). Dalam audiensi tersebut, Dubes RI menegaskan pentingnya untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka memelihara hubungan bilateral yang semakin erat antara Indonesia dan Nigeria.


“Wabah COVID-19 yang masih menghantui kita kiranya tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan terobosan sebagai upaya peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Nigeria,” tegas Dubes RI. 



Dubes Usra juga menyampaikan pentingnya mereviu atau menghidupkan kembali berbagai Memorandum of Understanding (MoU) yang pernah dicapai sebelumnya melalui pelaksanaan Sidang Komisi Bersama (SKB). Seperti MoU di bidang Kerja Sama Migas, Kerja Sama Kontra Terorisme, Kerja Sama Pemuda dan Olah Raga, Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan, Kerja Sama di bidang Perikanan dan Kerja Sama Pertanian. Selain itu, Dubes RI juga berharap Kemlu Nigeria dapat memfasilitasi lebih lanjut rencana penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Nigeria dan Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas yang drafnya masih dikaji oleh otoritas terkait di Nigeria. 


Menanggapi hal tersebut, Menlu Geoffrey sepakat dan memandang penting untuk mereviu kembali MoU maupun pending issues yang saat ini masih relevan untuk peningkatan kerja sama bilateral kedua negara. Terkait kerja sama di bidang migas, beliau mendorong untuk dilakukan melalui skema G to G, mengingat importasi Indonesia dari Nigeria didominasi oleh sektor tersebut. 


“Saya juga sepakat dengan pandangan Duta Besar untuk dapat menghidupkan kembali pelaksanaan SKB antara Indonesia dengan Nigeria yang terakhir dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2013,” ujar Menlu Geoffrey.


Di bidang ekonomi dan perdagangan, Dubes RI dan Menlu Nigeria sepakat bahwa volume perdagangan bilateral kedua negara belum mencerminkan potensi yang sesungguhnya. Tercatat di tahun 2019, volume perdagangan kedua negara mencapai USD 2,34 miliar, yang masih didominasi oleh sektor migas. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, terjadi peningkatan nilai perdagangan bilateral kedua negara, khususnya untuk produk-produk non-migas. 


Untuk mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara, Dubes Usra meminta dukungan Menlu Geoffrey mengenai perlunya pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) sebagai upaya untuk menghilangkan hambatan tarif dan non-tarif.


“Beberapa produk Indonesia masih dikenakan tarif bea masuk yang cukup tinggi ke Nigeria. Seperti minyak kelapa sawit sebesar 35%, produk kertas 20%, bumbu makanan 20%, lilin dan sabun 35% dan produk mebel/furnitur sebesar 20%,” ujar Dubes RI. 


Dubes Geoffrey juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Indonesia, sehingga terpilihnya warga terbaik Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala, Mantan Menteri Keuangan sebagai Dirjen WTO yang baru periode 2021-2025.  


Menlu Nigeria juga menyampaikan terima kasih atas berbagai beasiswa yang diberikan kepada para pemuda Nigeria dan berharap agar lebih banyak lagi warga Nigeria yang mendapatkan kesempatan untuk meneruskan pendidikan tingginya di Indonesia dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan. 


Hubungan bilateral RI - Nigeria telah berlangsung sejak 1965 yang ditandai dengan pembukaan hubungan diplomatik sekaligus pembukaan Kedutan Besar RI di Lagos. Hubungan kedua negara semakin erat dengan pembukaan Kedutaan Besar Nigeria di Jakarta pada 1976. Pada tahun 2008, Kedutaan Besar RI di Nigeria pindah ke Ibukota Nigeria yang baru, Abuja. (rls)


Editor: M Ikhwan