Pengamat Perkotaan Nilai Manusia Silver Mengganggu Wajah Pekanbaru
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Pengamat Perkotaan Nilai Manusia Silver Mengganggu Wajah Pekanbaru

Sabtu, 13 Februari 2021

Pengamat Perkotaan Universitas Islam Riau, Mardianto Manan


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Pengamat Perkotaan Universitas Islam Riau, Mardianto Manan menilai keberadaan manusia silver mengganggu wajah Kota Pekanbaru. Untuk itu, dia meminta Pemko menertibkan para gelandangan di jalanan.


"Dari kasat mata memang nampak kreatif. Tapi menurut saya kreatif yang tidak benar itu. Lagipula manusia silver itu bukan gaya kreatif aja, tapi ada kantong di depannya untuk meminta sumbangan. Satu kata saja; mengganggu," ujar Mardianto Sabtu (13/2/2021). 


Mardianto Manan yang juga anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau ini mengingatkan bahwa Pemko Pekanbaru pernah mengimbau agar tidak memberikan uang kepada gelandangan dan pengemis (gepeng). 


Mardianto menambahkan, selain mengganggu, baik lalu lintas dan wajah perkotaan, keberadaan manusia silver berpotensi menimbulkan masalah-masalah baru. Terutama pada kesehatan si manusia silver itu sendiri, dan dampak buruk lainnya.


"Itu kimia lho yang dipakai di badan, bahaya. Tidak berbaju. Bahkan bisa dibilang telanjang. Enggak tahu mana laki-laki mana perempuan. Auratnya kelihatan.  Belum lagi nanti kecelakaan, entah dicemooh lalu terjadi perkelahian, dan sebagainya. Nanti sudah terjadi, baru sadar ini bahaya," pungkas Mardianto. (pr5)



Editor: Anto Chaniago