Puluhan Sastrawan Saling 'Curhat' di Munsi III
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Puluhan Sastrawan Saling 'Curhat' di Munsi III

Selasa, 03 November 2020

JAKARTA, PARASRIAU.COM - Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III yang secara resmi dibuka oleh Kepala Badan (Kaban) Bahasa dan Sastra, E. Aminuddin Aziz Senin, 2 November 2020 malam di Jakarta benar-benar jadi arena 'curhat' puluhan sastrawan . 


Pasalnya, Kaban yang baru melapor sejak Agustus lalu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada 200 peserta Munas baik tatap muka atau berani untuk menyampaikan ide, gagasan dan unek-unek terkait masalah sastra.


Tampak hadir sejumlah sastrawan Indonesia di antara lain Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, Harris Effendy Thahar, Gunoto Saparie, Adri Darmaji Woko, Triyanto Triwikromo, dan masih banyak lagi. Khusus dari Riau dan Kepulauan Riau turut sejumlah sastrawan antara lain Fakhrunnas MA Jabbar, Kunni Masrohanti, Muhammad De Putra dan Abdul Kadir Ibrahim.


Sutardji bersama Asrizal Nur akan tampil baca puisi di hari kedua Munas, Selasa ini pada Munsi III yang mengangkat tema 'Memajang Sastra Indonesia di Panggung Dunia.'


Curhatan para sastrawan yang mengemuka dalam dialog Munsi III ini di antaranya tentang sastra daerah, penerjemahan buku sastra, perpustakan sekolah dan rakyat, kepedulian Pemda sastra, honorarium tulisan sastra di media dan masih banyak lagi.


Kaban Aminuddin Aziz yang sebelumnya mengelola Atase Kebudayaan di KBRI London, Inggris dalam pemaparannya mengatakan, pihaknya melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra selalu mengembangkan kerjasama dengan para sastrawan terkait pembinaan, pengembangan dan perlindungan sastra secara keseluruhan termasuk sastra daerah.


Dalam hal ini kami terus mengembangkan program literasi yakni Program Penerjemahan Sastra dari berbagai bahasa dunia selain bahasa Inggris serta penerjemahan bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu untuk tahun 2021 nanti sudah direncanakan publikasi 748 judul buku untuk perpustakaan sekolah segala jenjang pendidikan yang sudah diajukan ke Komite Buku Nasional (KBN), '' ujar Aminuddin.


Terkait upaya penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa asing, menurut Aminuddin Aziz, aktivitas ini merupakan ranah tugas Ditjen Kebudayaan Kemendikbud dan KBN.


Di awal acara, Ketua Panitia Munsi III yang juga Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Muhammad Abdul Hak melaporkan acara Munsi III bukan acara yang pertama kali digelar dalam masa pandemi. Sebelumnya pernah digelar Temu Duta Bahasa dengan protokol kesehatan yang ketat.


Menurut Hak, acara ini akan menentukan nasib dan arah ke depan sastra Indonesia sehingga diharapkan akan menghasilkan langkah konkret sesuai regulasi.


'' Era Adanya Pandemi Covid 19 telah masuk semua pihak menggunakan teknologi siber atau digital. Oleh sebab itu, sudah ada gagasan agar dikembangkan sastra digital.


Dilaporkan, kegiatan Munsi III digelar secara tatap muka dan diikuti oleh 200 sastrawan di mana sastrawan yang lolos seleksi sebanyak 158 orang dan sastrawan undangan 42 orang. Dari semua peserta sebanyak 137 orang yang hadir secara tatap muka dan 63 orang secara berani dan yang menyatakan mundur 2 orang. pr2