Tambang Pasir Ilegal Sialang Rampai Diduga Kuat Perusak Air Sungai Sail Pekanbaru
Cari Berita

Advertisement

settia

Tambang Pasir Ilegal Sialang Rampai Diduga Kuat Perusak Air Sungai Sail Pekanbaru

Jumat, 28 Agustus 2020


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Aktivitas tambang pasir ilegal Sialang Rampai diduga mengakibatkan perubahan drastis warna air Sungai Sail Pekanbaru dari air rawa alami berubah menjadi keruh pekat kuning kecoklatan bercampur endapan lumpur. 


Perubahaniran air sungai yang melintasi kota Pekanbaru dan bermuara di Sungai Siak itu menjadi sumber mencari ikan dan air mandi oleh masyarakat sekitar. 


"Dulu masih bisa saya mandi dan mancing di Sungai Sail ini, kini tak bisa lagi,  bahkan sudah dangkal dan terbentuk pulau-pulau sungai," beber Anto, warga pinggir sungai kawasan Kelurahan Tangkerang Timur kepada media ini. 


Kekecewaan Anto juga diamini netizen ketika wartawan media ini memposting foto sungai keruh berwarna kuning kecoklatan itu di akun facebook penulis. Beberapa komentar netizen mengungkap penyebab rusaknya perairan sungai Sail akibat tambang pasir di bagian hulu. 


Menyikapi informasi tersebut,  wartawan media ini pun menelusuri bagian hulu sungai yang berada di wilayah Kelurahan Sialang Rampai,  Kecamatan Tenayan Raya,  Pekanbaru, Kamis (20/8/2020) siang. Investigasi lokasi sejauh tujuh kilometer ke pedalaman kebun-kebun sawit dari pangkal Jl Palembang itupun dilakukan dengan sangat hati-hati,  mengingat lokasi terisolir itu hanya ada para pekerja tambang. Pintu masuk lokasi terlihat diamati seorang perempuan paruh baya, sambil mengutakatik telepon android. 


Menghilangkan kesan mencurigakan, media ini pun bertanya bagian mana dari hulu sungai Sail ini bisa memancing ikan. Spontan saja perempuan yang enggan menyebutkan namanya itu menunjuk ke arah hulu tambang. Artinya jalan yang kami tempuh mengarah ke luar lokasi tambang.

"Bapak balik lagi arah ke luar,  terus nanti belok kanan bertemu aliran airnya," ujar perempuan tanpa nama tersebut mengarahkan tujuan kami.


Di kawasan ini terlihat lebih dari lima titik penambangan. Perempuan inipun enggan bercerita banyak dan ia hanya mengekspresikan wajah kecurigaan.


Sementara itu,  beberapa pekerja tambang berbadan kekar terlihat melirik wartawan media ini dari kejauhan. Seketika itu juga aliran air keruh lumpur pasir di parit sekitar mengering, seiring berhentinya suara mesin dompeng penyemprot gundukan tanah tambang pasir. Air lumpur yang sebelumnya mengalir deras menuju Sungai Sail tanpa mengendap di penampungan limbah itupun langsung hilang. Sedangkan kolam sebesar setengah hektare air berwarna kehijauan terlihat hanya pajangan tanpa aktivitas. 


Setelah menyempatkan diri memotret dan video sebagai bukti lokasi,  wartawan media inipun bergegas ke luar lokasi untuk menghindari hal tak diinginkan. Sepanjang jalan masuk dan ke luar seperti jalan tikus itu, wartawan media ini berpapasan dengan empat truk pengangkut pasir. 


Setelah ke luar lokasi penambangan tersebut,  penelusuran dilanjutkan ke aliran sungai Sail yang berada di Jalan Seroja. Badan sungai lokasi ini bisa dilihat dengan memasuki sebuah kawasan perusahaan yang di dalamnya terdapat peternakan ayam dan angsa serta perkebunan sawit. Sedangkan aliran sungainya terlihat lurus tanpa liukan aliran layaknya sebuah sungai alami. Pengamatan media ini,  di bagian  hilir aliran terpampang prasasti batu,  tertulis kawasan PT Torganda. Sisi sungai arah hilir ini berdampingan dengan jalan Pembangunan,  yang bisa dicapai melewati Jl Kadiran. 


Di lokasi ini,  terlihat seorang remaja tengah mencoba memancing ikan di air keruh susu coklat tersebut. Tak seekorpun ikan yang didapatkannya.  "Sudah sejam saya mancing,  tak ada ikan yang menyentuh umpan," ucap Dendi,  yang mengaku beralamat di Jl Pesantren tak jauh dari lokasi mancingnya. 


Dilokasi ini,  terlihat warna air keruh kuning kecoklatan deras mengalir menuju aliran sungai yang bisa dilihat di Jl Parit Indah ujung. Aliran sungai mengarah hilir terlihat terus melebar dan setiap rumput sisi sungai, menempel lumpur kuning kecoklatan. Perbedaan nyata warna air inipun terlihat ketika pertemuan dengan anak sungai Parit Indah, sisi jembatan yang berwarna bening hitam rawa.


Di lokasi inilah terlihat sebuah pulau tengah sungai ditumbuhi rumput. Sedangkan sisi sungai menjadi lebih lebar akibat gerusan air berbelok oleh pulau sungai. "Pulau sungai ini semakin jelas terlihat sejak tiga tahun terakhir ini," ungkap Edo,  warga Jl Kapausari seperti dilansir detakriau.com.


Memastikan status izin usaha pertambangan, Lurah Sialang Rampai Mukhtarudin kepada media ini mengaku tidak ada izin yang dikeluarkan kelurahan.  Namun ia mengaku tak tau pula siapa pemilik lokasi tambang pasir tersebut. Namun Muktarudin mengaku lokasi tambang pasir itu pernah menjadi sorotan anggota DPR RI.  


"Lokasi tambang itu tak berizin. Bahkan ada ketika warga yang akan mengurus keterangan lokasi usaha tambang pasir,  saya tolak, saya tak mau menandatanganinya," ujar Lurah kepada media ini,  Selasa (25/8/2020).


Hal sama juga diungkapkan Camat Tenayan Raya,  Indah Vidya Astuti. Bahwa setahunya semenjak jadi Camat Tenayan,  tidak ada perizinan tambang pasir. "Nnti senin sy sruh Kasi trantib cek," ujar Indah sembari mempertanyakan jalan masuk lokasi tambang ke wartawan media ini. 


Camat juga berjanji akan mengkonsultasikan dengan instansi terkait Pemko Pekanbaru,  yakni Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK)  Kota Pekanbaru. 


Diketahui, sejak diberitakan sebelumnya, awal Agustus 2020 lalu,  kondisi air Sungai Sail masih tetap ketuh kuning kecoklatan,  bermaterial lumpur pasir. Kekeruhan air terlihat berkurang ketika trrjadi hujan lebat berdurasi panjang. Hal ini diketahui setelah diamati secara kasat mata oleh wartawan media ini. pr2