Akhirnya Turki Beri Pengecualian untuk Indonesia Mengimpor Bahan Baku Alkes
Cari Berita

Advertisement

settia

Akhirnya Turki Beri Pengecualian untuk Indonesia Mengimpor Bahan Baku Alkes

Senin, 03 Agustus 2020


JAKARTA, PARASRIAU.COM - Meski Turki sebelumnya sempat mengeluarkan larangan ekspor untuk bahan baku dan peralatan medis, namun kini Turki memberikan pengecualian bagi Indonesia untuk mengimpor bahan baku produksi alkes tersebut.

Kebijakan ini tertuang saat Presiden Jokowi bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, membahas peluang kerja sama antara kedua negara terkait penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang dilakukan melalui percakapan telepon pada Minggu (2/8) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Melalui rilis Sekretariat Presiden, Jokowi menyambut baik peningkatan kerja sama antara Indonesia-Turki, termasuk peluang untuk menjajaki kerja sama dalam menangani pandemi Covid-19.

"Saya memahami, Turki berada dalam tahap lanjut untuk pengembangan vaksin. Saya senang mendengar kedua Menteri Riset dan Teknologi kita telah membahas kemungkinan kerja sama dalam hal ini," ucap Jokowi seperti dilansir cnnidonesia.com.

Sejauh ini, Indonesia dan Turki telah menjalin kerja sama dalam pengadaan bahan baku alat kesehatan terutama yang dibutuhkan selama pandemi corona.

RI akan mengimpor sejumlah barang mentah seperti kain melt bown dari Turki agar bisa memproduksi alkes seperti masker di dalam negeri.

Turki sebelumnya sempat mengeluarkan larangan ekspor untuk bahan baku dan peralatan medis sejak negara itu mulai menghadapi wabah Covid-19, Maret lalu. Di saat yang sama, negara itu masih memproduksi masker dan bahan baku masker, juga PCR, test kit, sanitizer, ventilator, hingga alat pelindung diri dalam jumlah besar.

Namun, Turki akhirnya memberikan pengecualian bagi Indonesia untuk mengimpor barang baku produksi alkes tersebut.

Di awal telepon, Jokowi dan Erdogan juga saling bertukar ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha.

Jokowi berharap berbagai rencana kerja sama bilateral antara Turki dan Indonesia dapat terealisasi sesegera mungkin, terutama ketika Erdogan berkunjung ke Jakarta.

Meski begitu, Jokowi tidak merinci rencana lawatan Erdogan tersebut.

"Saya harap dalam kunjungan Yang Mulia ke Indonesia, kita dapat meluncurkan proyek-proyek konkrit tersebut," tutupnya. pr2