Masih Ada 1.500 Jemaah Umrah RI di Saudi, Pulang Bertahap hingga Minggu
Cari Berita

Advertisement


Masih Ada 1.500 Jemaah Umrah RI di Saudi, Pulang Bertahap hingga Minggu

Jumat, 13 Maret 2020


SAUDI, PARASRIAU.COM - Arab Saudi masih menangguhkan perjalanan umrah di Masjidil Haram dan ziarah ke Masjid Nabawi. Namun saat ini masih tersisa sekitar 1.500 jemaah asal Indonesia di Arab Saudi per Kamis (12/3).  

"Alhamdulillah sejauh ini (jemaah Indonesia) aman. Tinggal sekitar 1.500-an," kata Konsul Jenderal RI untuk Jeddah, Eko Hartono, kepada wartawan. 

Para jemaah Indonesia tiba di Saudi sebelum atau di hari penetapan penangguhan umrah pada 27 Februari lalu. Eko mengatakan, saat ini jemaah Indonesia masih berada di Makkah dan Madinah. 

Mereka akan pulang ke Indonesia secara bertahap sesuai jadwal penerbangan. "Rencananya tanggal 15 Maret sudah pulang semua," lanjut Eko. 

Arab Saudi menangguhkan perjalanan umrah dan kedatangan wisatawan pada akhir Februari lalu untuk mencegah corona. Seiring jumlah penderita corona di Saudi yang meningkat, pemerintah Riyadh kini melarang kedatangan warga dari puluhan negara. 
Eko mengatakan, di awal penerapan penangguhan umrah, rombongan jemaah Indonesia sempat tertahan di pintu masuk Madinah. Namun secara umum, perjalanan mereka lancar dan proses umrah tuntas dilakukan walau Masjidil Haram sempat ditutup. 

"Tidak ada masalah serius. Sempat beberapa rombongan tertahan di pintu masuk Madinah, itu karena petugas di lapangan masih gamang kali harus bagaimana. Lalu akhirnya boleh, tapi kebanyakan lancar," kata Eko. 

Jemaah Umrah mengenakan masker untuk mencegah tertular virus corona di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Foto: REUTERS/Ganoo Essa
Saat ini ada 45 penderita virus corona di Saudi, terbanyak di kota Qatif. Kota mayoritas Syiah itu kini sudah diisolasi oleh pemerintah Saudi. Beberapa penderita virus corona diketahui dirawat di ruang isolasi kota Makkah.  

Eko mengatakan, di Saudi saat ini ada sekitar 330 ribu warga negara Indonesia yang tercatat secara legal. Sementara yang ilegal diperkirakan ada sekitar 700 ribu orang.  
"Alhamdulillah belum ada (WNI) yang suspect (corona)," ujar Eko.

Mukimin Indonesia Diberi Waktu 72 Jam untuk Kembali ke Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan menyetop penerbangan dari Indonesia dan beberapa negara lainnya akibat wabah virus corona. Pelarangan ini juga berlaku bagi WN Arab Saudi yang ingin pergi ke Indonesia. 

Menanggapi pemberlakukan pelarangan ini, KBRI Riyadh memberikan imbauan kepada WNI yang akan kembali ke Indonesia untuk mengatur segera jadwal kepulangan.  
"Untuk WNI yang akan kembali ke Indonesia, agar segera menghubungi kantor maskapai penerbangan Saudi Airlines terdekat atau kantor perwakilan Garuda Indonesia di Arab Saudi guna mengatur jadwal kepulangan," tulis pernyataan KBRI Riyadh, Jumat (13/3).  

Sementara bagi WNI di Indonesia dan memiliki iqamah (izin tinggal tetap di Saudi) atau yang disebut mukimin serta visa re-entry yang masih berlaku dan ingin kembali ke Arab Saudi diberikan waktu 72 jam, terhitung sejak pelarangan sementara diberlakukan.  
"Harap segera hubungi kantor Garuda Indonesia terdekat atau perwakilan Saudia Airlines di Indonesia untuk mengatur perjalanan ke Arab Saudi pada kesempatan pertama," tulisnya lagi.  

Bagi WNI di Arab Saudi juga diminta tidak melakukan perjalanan ke kota Makkah, Madinah, dan Qatif untuk sementara waktu. Serta, menunda perjalanan ke luar kota apabila tidak ada kebutuhan mendesak dan membatalkan kegiatan yang melibatkan kumpulan massa.  

Selain itu, KBRI Riyadh juga meminta WNI tidak menggunakan maskapai-maskapai penerbangan dari negara-negara yang dilarang sementara oleh Arab Saudi. Beberapa di antaranya adalah Emirates, Etihad Airways, Kuwait Airways, Gulf Air, Egypt Air, Oman Air, Turkish Airlines, Srilankan Airlines, dan Philippine Airlines. 

"Selalu berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang akan digunakan untuk mengantisipasi pembatalan penerbangan pada saat terakhir sebelum keberangkatan," tutupnya.  
Penangguhan penerbangan sementara ini mendapat pengecualian untuk WN Arab Saudi yang ingin kembali ke negaranya. Mereka diberi waktu 72 jam untuk kembali ke negaranya. Serta, untuk mengembalikan pendatang di Arab Saudi ke negaranya masing-masing. 

Berikut daftar negara-negara yang ditangguhkan sementara penerbangannya oleh Pemerintah Arab Saudi: Austria, Bahrain, Belanda, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Djibouti, Eritrea, Estonia, Ethiopia, Filipina, FInlandia, Hungaria, India, Indonesia, Irak, Iran, Italia, Jerman, Kenya, Korea Selatan, Kroasia, Kuwait, Latvia, Lebanon, Lithuania, Luksemburg, Malta, Mesir, Oman, Pakistan, Prancis, Polandia, Portugal, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Somalia, Spanyol, Sri Lanka, Sudan, Sudan Selatan, Suriah, Swedia, Swiss, Tiongkok, Turki, UEA, dan Yunani. Hingga Jumat (13/3), Arab Saudi melaporkan 17 kasus baru virus corona, sehingga kini totalnya 62 kasus. Dari 17 orang itu, 11 di antaranya adalah WN Mesir. pr2

dilansir: kumparan.com