Indonesia akan Kerjasama dengan Laos, Nilai Investasi Tembus Rp 28 T
Cari Berita

Advertisement

settia

Indonesia akan Kerjasama dengan Laos, Nilai Investasi Tembus Rp 28 T

Selasa, 27 Agustus 2019


MOJOKERTO, PARASRIAU.COM - Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama di 4 bidang dengan Laos. Nilai investasi kerjasama ini diproyeksikan mencapai Rp 28 triliun. Duta Besar Indonesia untuk Laos Pratito Soeharyo mengatakan, kerjasama Indonesia dengan Laos meliputi bidang kereta api dan railway dari mulai Vietnam ke Laos dan bidang agrikultur. Kemudian bidang pertambangan timah dan potasium serta pemilihan batubara untuk pembangkit listrik di Laos.

"Total nilai investasi ini hampir mencapai 2 billion USD atau kurang lebih Rp 28 triliun," kata Pratito kepada wartawan di Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Senin (26/8).

Salah satu kerjasama bidang agrikultur yang akan dijalin Indonesia dengan Laos dalam produksi gula kristal putih. Oleh sebab itu, delegasi dari Laos meninjau proses produksi gula di PG Gempolkrep milik PTPN X.

Delegasi dari pemerintah Laos yaitu Alounkeo Kittikhoun, Menteri dari Kantor Perdana Menteri Laos dan Somboun Phongsavanh, Ketua Komite Pemegang Saham Pongsavanh Group, perusahaan minyak asal Laos.

Mereka disambut Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo dan General Manager (GM) PG Gempolkrep beserta jajarannya. Delegasi dari Laos juga sempat melihat langsung produksi gula kristal di dalam pabrik.

"Kunjungan ini tindak lanjut MoU antara Indonesia dengan Laos. Untuk itu Menteri dari Kantor Perdana Menteri hari ini membawa tiga wakil menterinya dari bidang pertanian, publik works dan bidang penanaman modal. Mereka ingin melihat kemajuan teknologi Indonesia yang akan mereka gunakan di Laos," terang Pratito.

Rencananya, lanjut Pratito, Laos akan menyediakan lahan di negaranya untuk membangun pabrik gula dengan kapasitas giling minimal 10.000 TCD. Pembangunan hingga pengoperasian pabrik gula tersebut akan bekerjasama dengan Indonesia. Produk gula pabrik tersebut akan dijual di Laos dan sekitarnya, Tiongkok, serta di Indonesia sendiri.

"Mereka meminta Indonesia untuk membantu supaya mereka bisa marketing di sana. Di samping itu produk mereka juga bisa memenuhi pasar di sini sendiri yang saat ini kurang. Jadi sebagai produksi Indonesia untuk ketahanan pangan," ungkapnya.

Pratito berharap, pasca kunjungan delegasi Laos di tanah air, kerjasama yang sudah disepakati bisa segera direalisasikan. Selain itu, investasi Indonesia di Laos diharapkan lebih lancar. "Ini adalah kesempatan pertama Indonesia untuk investasi di negara-negara CLMV, Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam," pungkasnya.***

dilansir: detik.com