Menuju Pimnas 2019, 19 Tim PKM UMRI Berlaga di Monev PKM Kemenristekdikti
Cari Berita

Advertisement

settia

Menuju Pimnas 2019, 19 Tim PKM UMRI Berlaga di Monev PKM Kemenristekdikti

Selasa, 16 Juli 2019


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Sebanyak 19 tim yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadyah Riau akan turut berlaga dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang akan digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 16-18 Juli mendatang dipusatkan di Universitas Riau. 

Dikatakan salah seorang tim Dosen Pembimbing UMRI, Yulia Fitria kepada Haluan Riau, Senin (15/7) bahwa dalam kegiatan Monev tahun 2019 ini, UMRI lolos dengan 19 proposal dari 25 proposal yang diajukan. Jadi 19 tim tersebut nanti akan berlaga dan bertemu dengan 99 tim dari seluruh Universitas terdiri dari 16 perguruan tinggi se propinsi Riau dan Kepulauan Riau. 

"Alhamdulillah tahun ini minat mahasiswa UMRI meningkat dari tahun sebelumnya, dan tentunya dalam Monev ini kita menargetkan bisa meraih tiket menuju Pimnas nantinya yang diselenggarakan di Bali,"ujar Yulia. 

Dijelaskannya, dalam kegiatan monev tersebut nantinya akan menghadirkan 4 reviewer utusan Belmawa Kemenristekdikti dari Jakarta, yakni dari ITB, Unair, Unand, dan juga USU. Kegiatan monev ini akan digelar selama tiga hari, dimana dalam kegiatan tersebut seluruh tim PKM akan melakukan persentasi dari karya cipta atau PKM KC dan juga penelitian atau PKM PE, dengan range penilaian untuk proposal 30%, Monev 50 % dan Laporan kemajuan sebesar 20%. 

"Dalam mengikuti kegiatan monev ini, seluruh tim telah kita persiapkan sejak 5 bulan sebelumnya. Jadi mereka yang lolos mendapatkan biaya dalam melakukan penelitian maupun karya cipta dari Rp5 juta hingga Rp12 juta dari menristekdikti. Nah, sebelum mereka menuju monev, seluruh tim yang  terdiri dari 19 PKM UMRI tersebut akan direviewer ditingkat universitas yang berlangsung hari ini (Senin, red),"paparnya. 

Tahun ini, lanjut Yulia, merupakan tahun kedua UMRI bisa berpartisipasi setelah sebelumnya sempat mendapatkan tiket Pimnas pada karya cipta pembuatan jam dinding dari serat tebu dari prodi Fisika. "Semoga tahun ini, UMRI bisa kembali menoreh prestasi dan masuk Pimnas,"pungkasnya. 

Dari 19 tim PKM tersebut 5 diantaranya dari prodi Fisika, yang akan mempresentasikan salah satunya pembuatan alat deteksi boraks dan formalin pada makanan, penelitian tentang prediksi peningkatan suhu sebagai mitigasi Enso dengan menggunakan model dinamis. (nie)